Tragedi Ukhuwah di Zaman Fitnah

“Perumpamaan orang mukmin di dalam saling mencintai, saling mengasihi, dan saling menyayangi adalah bagaikan satu jasad, jika salah satu anggotanya menderita sakit maka seluruh jasad merasakan (penderitaannya) dengan tidak bisa tidur dan merasa panas.” (Al-Bukhari dan Muslim dari Nu’man bin Basyir ra)
Makhluk-makhluk kafir “sebangsa” manusia yang biadab dan licik tak henti-hentinya mempertontonkan kebiadaban, teror, dan penjajahan atas hamba-hamba Allah yang lemah dan miskin. Anehnya, saat hamba-hamba yang lemah tersebut hendak membela nyawa, harta, kehormatan, agama, dan tanah airnya, kekejaman dan teror makhluk-makhluk kafir “sebangsa” manusia tersebut justru bertambah keras dan buas. Bangsa-bangsa yang mengaku beradab bertepuk tangan menyaksikan tontonan di panggung politik dunia tersebut, sementara pemilik kekuasaan dan materi di antara hamba-hamba yang lemah justru ikut menyematkan penghargaan kepada aktor-aktor biadab. Di berbagai belahan dunia, nasib hamba-hamba Allah yang lemah berada di bibir jurang kebinasaan. Inilah seruan ukhuwah di era hegemoni FITNAH, saat pihak-pihak yang kuat memangsa pihak-pihak yang lemah!

Recommended Posts

2 Comments

  1. yuuuk… tingkatkan kualitas lahir dan batin dlm bidang apapun untuk kemaslahatan ummat muslim disekitar kita dulu ajah… supaya kita lbh berdaya dan siap menghadapi fitnah2 selanjutnya yg jauh lebih keji…. salam persahabatan dari keluarga kami di Lasem……

  2. segala sesuatu yg kan trjdi tlah di ttpkan oleh ALLAH.. tnggal bgaimn kt mghadapi smua ygkan trjdai di akhir zaman, siapkah diri kita mghadpix.. tdak da cra lain yg bisa mxelesaikn smua mzalah baik dunia mwpun akhirat, slain mngikuti cara Baginda ROSULLAH S.A.W yg tlah di contohkn para SAHABAT R.A yg tlah skses mnapki hidup d‘dunia dn akhirat. DA’WAH ILLAHLLAH KHURUJ FII SABILLILLAH,.


Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *